Artikel
UM Surabaya Resmi Lepas Peserta KKN 2025: Mahasiswa Pendidikan Matematika Siap Bergerak Nyata, Berdampak untuk Negeri
- Di Publikasikan Pada: 25 Jul 2025
- Oleh: Admin FKIP Fakultas Keguruan Ilmu dan Pendidikan
- 103

Surabaya, 15 Agustus 2025 — Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya) secara resmi melepas ratusan mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2025 dalam sebuah seremoni yang penuh semangat di Auditorium KH Ahmad Dahlan, Kampus UM Surabaya. Kegiatan pelepasan ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa sebagai awal pengabdian nyata di tengah masyarakat, membawa visi “Bergerak Nyata, Berdampak untuk Negeri”.
Salah satu program studi yang berpartisipasi aktif dalam KKN 2025 adalah Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UM Surabaya. Mahasiswa Pendidikan Matematika siap menerapkan kompetensi akademik, pedagogik, serta keterampilan berpikir kritis mereka dalam merancang dan melaksanakan program-program pemberdayaan masyarakat yang berbasis literasi numerasi dan inovasi pendidikan.
Tahun ini, KKN UM Surabaya mengusung tema “Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Inovasi Sosial dan Teknologi di Era Society 5.0”, dengan menempatkan mahasiswa di berbagai wilayah Kota Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik. Tidak hanya itu, beberapa mahasiswa juga terlibat dalam program KKN Internasional bekerja sama dengan mitra perguruan tinggi di Asia Tenggara.
Rektor: KKN adalah Laboratorium Sosial Mahasiswa
Dalam sambutannya, Rektor UM Surabaya menegaskan bahwa KKN bukan sekadar program wajib, melainkan sebuah laboratorium sosial bagi mahasiswa untuk mengasah kepekaan sosial, keterampilan kolaborasi, serta menerapkan ilmu yang telah dipelajari di bangku kuliah.
“Melalui KKN, kalian akan belajar langsung di tengah masyarakat, menghadapi tantangan riil, dan menciptakan solusi berbasis inovasi serta nilai-nilai Islami. Bagi mahasiswa Pendidikan Matematika, ini adalah kesempatan untuk menunjukkan bahwa literasi numerasi memiliki peran strategis dalam memberdayakan masyarakat, mulai dari dunia pendidikan hingga sektor ekonomi kreatif,” tegas beliau.
Mahasiswa Pendidikan Matematika Fokus Literasi Numerasi dan Edukasi Teknologi
Program KKN tahun ini difokuskan pada tiga pilar utama, yakni:
-
Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Inovasi Sosial
-
Literasi Digital dan Edukasi Teknologi Tepat Guna
-
Penguatan Ekonomi Kreatif Berbasis Potensi Lokal
Mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Matematika turut mengambil peran dalam meningkatkan literasi numerasi di masyarakat, khususnya di kalangan pelajar dan UMKM, melalui pelatihan pembuatan media pembelajaran interaktif, pendampingan numerasi dasar, hingga pembuatan aplikasi sederhana berbasis teknologi. Selain itu, mahasiswa juga didorong untuk mengintegrasikan nilai-nilai Islami dalam setiap program yang dijalankan, menjadikan KKN sebagai wadah untuk menebar manfaat sekaligus menumbuhkan karakter kepemimpinan yang berkemajuan.
Simbolisasi Pelepasan: Komitmen Mahasiswa untuk Mengabdi
Sebagai tanda dimulainya pelaksanaan KKN, Rektor secara simbolis menyerahkan atribut KKN berupa jaket lapangan dan bendera kepada perwakilan mahasiswa, termasuk dari Program Studi Pendidikan Matematika. Momen ini menjadi simbol komitmen mahasiswa untuk mengabdi dengan sepenuh hati, menjunjung tinggi nilai-nilai integritas, profesionalitas, dan empati dalam setiap program yang dijalankan.
Harapan: Mahasiswa Pendidikan Matematika Menjadi Agen Perubahan di Masyarakat
Ketua Program Studi Pendidikan Matematika FKIP UM Surabaya menyampaikan harapannya agar mahasiswa mampu memanfaatkan momen KKN ini sebagai wahana untuk mengasah kompetensi praktis, berkolaborasi dengan masyarakat, serta menghadirkan inovasi yang berdampak. “Melalui KKN, mahasiswa Pendidikan Matematika tidak hanya menjadi pengajar, tetapi juga fasilitator, inovator, dan agen perubahan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Dengan semangat yang membara, mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika FKIP UM Surabaya siap mengabdi, membawa perubahan nyata bagi masyarakat, sekaligus mewujudkan Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah.