Artikel
Menyiapkan Guru Masa Depan: Inovasi Media Pembelajaran Matematika Abad 21 Menuju Pendidikan Berkualitas (SDGs 4)
- Di Publikasikan Pada: 12 Nov 2025
- Oleh: Admin FKIP Fakultas Keguruan Ilmu dan Pendidikan
- 58

Surabaya – Program Studi Pendidikan Matematika FKIP
Universitas Muhammadiyah Surabaya kembali menggelar kegiatan Kuliah Tamu
pada mata kuliah Inovasi Media Pembelajaran dengan tema “Inovasi
Media Pembelajaran Matematika Abad 21 untuk Mewujudkan Pendidikan Berkualitas
(SDGs 4)”, pada hari Rabu, tanggal 12 November 2025, melalui zoom meeting.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber inspiratif Dr. Abdul
Aziz, M.Pd, seorang pakar di bidang inovasi media pembelajaran yang telah
banyak berkiprah dalam pengembangan media digital dan teknologi pendidikan.
Kuliah tamu ini diikuti oleh seluruh mahasiswa Program Studi Pendidikan
Matematika semester 7 dan 5, serta beberapa dosen yang turut berpartisipasi
aktif dalam diskusi.
Dalam sambutannya, Ketua Program Studi Pendidikan
Matematika, Dr. Shoffan Shoffa, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan
ini merupakan bagian dari komitmen program studi dalam menghadirkan
pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan zaman dan sekaligus bentuk implementasi
MoA antara Prodi Pendidikan Matematika UMSurabaya dengan prodi Pendidikan matematika
UNIMUS.
“Sebagai calon guru abad 21, mahasiswa harus memiliki
kemampuan untuk berinovasi dalam menciptakan media pembelajaran yang kreatif,
interaktif, dan kontekstual. Melalui kegiatan kuliah tamu ini, kami berharap
mahasiswa tidak hanya memahami konsep inovasi media, tetapi juga mampu
menerapkannya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran matematika di sekolah,”
ujar Dr. Shoffan Shoffa, S.Pd., M.Pd.
Sementara itu, narasumber dalam paparannya menekankan
bahwa inovasi media pembelajaran merupakan jembatan penting untuk mewujudkan Sustainable
Development Goals (SDGs) poin ke-4, yaitu Pendidikan Berkualitas.
“Guru masa depan harus mampu memanfaatkan teknologi dan
berpikir kreatif untuk membuat pembelajaran matematika lebih bermakna. Media
pembelajaran tidak lagi sekadar alat bantu, tetapi bagian dari strategi untuk
membentuk pengalaman belajar yang aktif dan menyenangkan bagi siswa,”
ungkap Dr. Abdul Aziz, M.Pd.
Selama sesi kuliah tamu, para mahasiswa tampak antusias
mengikuti materi yang disampaikan. Diskusi interaktif pun berlangsung hangat,
terutama ketika narasumber menampilkan contoh-contoh media digital berbasis
animasi dan teknologi interaktif yang dapat diintegrasikan dalam pembelajaran
matematika di sekolah dasar maupun menengah.
Kegiatan ini diakhiri dengan pesan motivatif bagi mahasiswa
agar terus mengasah kemampuan berinovasi dan berpikir kritis sebagai calon
pendidik profesional. Dengan semangat kolaborasi dan kreativitas, mahasiswa
diharapkan mampu menjadi agen perubahan dalam mewujudkan pendidikan
matematika yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.